1: 31 Januari s.d 3 Februari 2011
Situasi banyak berbeda saat nama-nama untuk Mentawai diperkenalkan dalam pertemuan perdana CPNS BPS Sumatera Barat di kantor provinsi pada tanggal 31 Januari 2011. Situasinya seperti kombinasi antara ingin tahu, menilai, dan bahagia. Sebelumnya, kombinasi antara bosan, tidak ingin tahu, dan berdebar-debar.
Di akhir pertemuan itu, setiap undangan diberikan surat tugas masing-masing. Kami berkenalan satu sama lain, dan tidak lupa antar 5 orang KSK baru Kep. Mentawai: saya, Ade Hartadi (KSK Sipora Selatan), Iskandar Muda(KSK Pagai Selatan), Wella Budiarsih (KSK Pagai Utara), dan Elfi Khaira (KSK Sipora Utara). Saya adalah yang termuda dari segi usia. Itu tidak berarti lain kan? ![]()
Setelah dirasa perlu, kami keluar dari ruangan. Sesuai dengan ‘pesan’ dari Bapak Refdarman (Kabid Stat. Produksi), kami tidak langsung berlayar ke Frankurt (sekali lagi, baca: Tuapejat). Tentu saja kami menghubungi kepala BPS Kep. Mentawai terlebih dahulu. Saya memiliki nomor ponsel Bapak Wismar (Kasubag TU BPS Mentawai), dengan menghubungi beliau kami akan segera terhubung.
Bapak Wis dalam telepon menginstruksikan untuk menunggu beliau di kantor provinsi. Beliau, Kepala, dan staf lainnya sedang berada di Padang. Setelah sepersekian abad menunggu, beliau datang dengan mobil dinas. Seorang veteran yang penuh semangat, dalam penilaian saya. Ya benar saja, setelah kami berjumpa dan saling berkenalan, beliau mengatakan akan pensiun dalam 1 tahun.
Berkenalan dengan komandan beserta stafnya merupakan sebuah kesan pertama yang harus dimaksimalkan. They see me. I see them. I and they see-see an. Dalam arti kata, kala itu belum ada yang dapat dinilai. Semua yang hadir pastilah personal yang berpotensi dan yang terbaik di zaman mereka. Disanalah saya berkenalan dengan Rizki Wahyudi (KSK Siberut Selatan), Riza Nurgani (KSK Siberut Utara), Nofrianto (KSK Sikakap). Total baru 8 dari 10 kecamatan terisilah sudah oleh pejabat KSK, tinggal 2 lagi yang masih kosong yakni Siberut Tengah dan Siberut Barat. Selain itu saya juga berkenalan dengan para staf yang notabene adalah para lulusan STIS yakni Stivan Yuen (IPDS), Aan Subrata (Produksi), Didik Darmadi (IPDS), Aris Prawisudatama (IPDS), dan Firdaus (Neraca).
Hal yang paling berkesan pada pertemuan pertama adalah… kekeluargaan BPS kepulauan Mentawai. Bagaikan sekumpulan rakyat yang sedang berjuang untuk kemerdekaan. Hahaha.
Hahahahahahaha…selamat bergabung n berkabung yunior-ku